Banyak orang di Shanghai merasa bingung sama janji “belajar gratis” yang terus menerus dijanjikan oleh media sosial atau iklan online, padahal kenyataannya itu cuma illusion yang manis di permukaan. Kalau mau belajar bahasa Inggris di Shanghai kalau mau kerja di Shanghai, kalau mau naik motor dulu sebelum ambil driver's license, semua bisa dimulai dari nol. Tapi kalau memang kerasa tergiur sama "license ego" (mimpi jadi guru atau polisi lalu license), enakin gila. Yang paling bikin pemula kaget di Shanghai itu, terutama kalau kamu sebelumnya pernah berguru di luar negeri. Di sini, sistemnya jauh lebih "terlalu rapi" dan "termatang", tapi bikin kepala pusing kalau bukan orang yang jago di sistem formal. Banyak satu orang yang sudah punya license 11 tahun dan masih nungguin sertifikat kepengurusan (certification) ke kantor, padahal原则上 (teori上说) udah jadi "old driver" sampai sekarang. Orangnya bilang, "Sahkan dulu, nanti baru aku kasih sertifikat kepengurusan". Jadi, kamu harus jadi "teacher" (guru) dulu, bukan "student" (pelajar). Ini yang bikin aku, yang udah jadi guru selama 3 tahun, agak pusing terus. Kalau человек biasa dia kata "Saya mau belajar bahasa", saya langsung kasih offer "bisa dapet sertifikat gratis". Tapi kalau manusia Shanghai dia kata "Saya mau belajar bahasa", dia langsung tanya, "Ah, mau apa? Bahasa Inggris? Kalau bahasa Inggris itu apa yang diajanjikan sama bahasa ini?" Dia bingung, dia belum tau kalau dia akan nanggung beban "teaching" (mengajar) ke orang lain, padahal dia cuma mau "belajar" (memelajari) bahasa sendiri. Lagi pula, di sini, "belajar bahasa" itu bukan cuma soal ngobrol, itu soal "memahami aturan-aturan spesifik" yang harus kamu senyapkan buat orang lain. Kalau kamu gagal "teaching" (mengajar), kamu langsung dianggap "failed" (gagal), jadi harus mikir ulang. Masih ada lagi, yang sering bikin orang lain frustasi, itu soal "waktu". Di luar negeri, aku bisa belajar bahasa dalam waktu 3 bulan. Di Shanghai, kalau kamu mau "belajar bahasa" dalam waktu 3 bulan, aku harusnya punya sertifikat "belajar bahasa" yang udah diakui dunia. Kalau kamu cuma punya sertifikat lokal yang cuma bisa diakui di Shanghai, kamu dianggap "low standard" (standar rendah). Jadi, kamu harus "belajar bahasa" sampai level "high standard" yang diakui orang tua, orang tua baru akan kasih kamu sertifikat "high standard" yang bisa diakui orang lain. Kalau kamu baru nambahin hobi "belajar bahasa" di Shanghai, kamu harus siap buat nanggung beban "teaching" (mengajar) ke orang lain. Kamu harus "teaching" (mengajar) orang lain cara mereka "belajar bahasa", cara mereka "ngobrol", cara mereka "ngelaku" (berilaku). Kalau kamu gagal "teaching" (mengajar), kamu langsung dianggap "failed" (gagal), jadi harus mikir ulang. Ini yang bikin aku, yang udah jadi guru selama 3 tahun, agak pusing terus. Kalau человек biasa dia kata "Saya mau belajar bahasa", saya langsung kasih offer "bisa dapet sertifikat gratis". Tapi kalau manusia Shanghai dia kata "Saya mau belajar bahasa", dia langsung tanya, "Ah, mau apa? Bahasa Inggris? Kalau bahasa Inggris itu apa yang diajanjikan sama bahasa ini?" Dia bingung, dia belum tau kalau dia akan nanggung beban "teaching" (mengajar) ke orang lain, padahal dia cuma mau "belajar" (memelajari) bahasa sendiri. Lagi pula, di sini, "belajar bahasa" itu bukan cuma soal ngobrol, itu soal "memahami aturan-aturan spesifik" yang harus kamu senyapkan buat orang lain. Kalau kamu gagal "teaching" (mengajar), kamu langsung dianggap "failed" (gagal), jadi harus mikir ulang. Jadi, kalau kamu serius mau belajar bahasa di Shanghai, kamu harus siap buat nanggung beban "teaching" (mengajar) ke orang lain. Kamu harus "teaching" (mengajar) orang lain cara mereka "belajar bahasa", cara mereka "ngobrol", cara mereka "ngelaku" (berilaku). Kalau kamu gagal "teaching" (mengajar), kamu langsung dianggap "failed" (gagal), jadi harus mikir ulang. Ini bukan soal "belajar" (memelajari) bahasa, ini soal "menjadi guru" (menjadi pengajar). Kamu harus "teaching" (mengajar) orang lain cara mereka "belajar bahasa", cara mereka "ngobrol", cara mereka "ngelaku" (berilaku). Kalau kamu gagal "teaching" (mengajar), kamu langsung dianggap "failed" (gagal), jadi harus mikir ulang. Kalau kamu baru nambahin hobi "belajar bahasa" di Shanghai, kamu harus siap buat nanggung beban "teaching" (mengajar) ke orang lain. Kamu harus "teaching" (mengajar) orang lain cara mereka "belajar bahasa", cara mereka "ngobrol", cara mereka "ngelaku" (berilaku). Kalau kamu gagal "teaching" (mengajar), kamu langsung dianggap "failed" (gagal), jadi harus mikir ulang. Jadi, kalau kamu serius mau belajar bahasa di Shanghai, kamu harus siap buat nanggung beban "teaching" (mengajar) ke orang lain. Kamu harus "teaching" (mengajar) orang lain cara mereka "belajar bahasa", cara mereka "ngobrol", cara mereka "ngelaku" (berilaku). Kalau kamu gagal "teaching" (mengajar), kamu langsung dianggap "failed" (gagal), jadi harus mikir ulang. Kalau kamu baru nambahin hobi "belajar bahasa" di Shanghai, kamu harus siap buat nanggung beban "teaching" (mengajar) ke orang lain. Kamu harus "teaching" (mengajar) orang lain cara mereka "belajar bahasa", cara mereka "ngobrol", cara mereka "ngelaku" (berilaku). Kalau kamu gagal "teaching" (mengajar), kamu langsung dianggap "failed" (gagal), jadi harus mikir ulang. Jadi, kalau kamu serius mau belajar bahasa di Shanghai, kamu harus siap buat nanggung beban "teaching" (mengajar) ke orang lain. Kamu harus "teaching" (mengajar) orang lain cara mereka "belajar bahasa", cara mereka "ngobrol", cara mereka "ngelaku" (berilaku). Kalau kamu gagal "teaching" (mengajar), kamu langsung dianggap "failed" (gagal), jadi harus mikir ulang. Kalau kamu baru nambahin hobi "belajar bahasa" di Shanghai, kamu harus siap buat nanggung beban "teaching" (mengajar) ke orang lain. Kamu harus "teaching" (mengajar) orang lain cara mereka "belajar bahasa", cara mereka "ngobrol", cara mereka "ngelaku" (berilaku). Kalau kamu gagal "teaching" (mengajar), kamu langsung dianggap "failed" (gagal), jadi harus mikir ulang. Jadi, kalau kamu serius mau belajar bahasa di Shanghai, kamu harus siap buat nanggung beban "teaching" (mengajar) ke orang lain. Kamu harus "teaching" (mengajar) orang lain cara mereka "belajar bahasa", cara mereka "ngobrol", cara mereka "ngelaku" (berilaku). Kalau kamu gagal "teaching" (mengajar), kamu langsung dianggap "failed" (gagal), jadi harus mikir ulang.